SHARE

Media bebas ungkap yang disampaikannya. Diantara media juga terjadi saling menguatkan, atau malah melemahkan yang terberita.

Semua akhirnya kembali kepada publik untuk percayai pemberitaan yang menurutnya pas.

Seperti digroup WA Pemoeda Boemipoetra, perbedaan klaim kestabilan harga jelang Lebaran versi pemerintah dipublikasi media tertentu dibenturkan dengan fakta kenaikan harga di pasar oleh media lainnya:

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3539741/jokowi-sebut-harga-pangan-stabil-begini-fakta-di-lapangan

 

******

Pemerintah itu tidak seperti rakyat langsung belanja ke pasar. Mereka itu hanya ‘ke pasar’ kertas laporan dari anak buahnya yang juga adalah ‘pemerintah’ dibawahnya.

Jadi, silahkan saja untuk mempercayai kata pemerintah atau percaya rakyat yang langsung ke pasar dan merasakan naik atau tidak naiknya harga.

Pemerintah tidak pernah bisa ‘perintahkan’ supaya harga tidak naik atau supaya harga stabil. Pasar itu riel, pasar itu dinamis diantara para pelakunya. Pasar itu bukan anak buah pemerintah.

Hukum suplai dan permintaan berlaku di pasar pak/bu pemerintah.

—————————-
Legal Disclaimer.

Perkumpulan Opini-Persepsi (POP) terdaftar pada SK Kemenhumham RI No. AHU-0009683.AH.01.07.TAHUN 2017, menyimpul persepsi dari berbagai informasi/opini digital yang tayang pada group FB, Google+, Instagram, Kakao Talk, Line, Path, Telegram, Twitter, You Tube, WA, We Chat & secara khusus jejaring FB Wartawan Indonesia, link berita Ikatan Wartawan Online (IWO) serta Teknologi Media Hijau yang kami ikuti.

Ini bentuk kebebasan mengeluarkan pikiran terkait warna-warni persepsi.

@Direktur Eksekutif POP
Teuku Yudhistira
@Pengkaji
Iskandar Sitorus
Moh Gunawan Abdullah
Bivi Edward Panggabean
Dwi Christianto
@pop 081319770808
08126360319

SHARE
Previous articlePAMER-PAMERAN MACET
Next articleGUBERNUR KEPRI NGELUH

LEAVE A REPLY